Hal ini diperkuat dengan kalimat khas yang sering Indro ucapkan dalam film-filmnya — yaitu “emang gue pikirin?”. Dalam film Gengsi Dong, diketahui bahwa Paijo adalah anak dari seorang pengusaha kaya yang bergerak di bidang perminyakan. “Jangan lupa Indro. India (Nederland), Denmark, Rusia, orang gila. Indro. I-N-D-R-O!” Debut Indro sebagai pelawak di Warkop Prambors dimulai dengan mengisi sebuah acara perpisahan di SMA Negeri IX Jakarta, ketika ia diminta oleh Rudy Badil untuk menggantikan posisinya yang kerap mengalami demam panggung.
Penyakit tumor otak yang diidap Kasino bisa terjadi pada orang-orang dari usia berapa saja. Kasino meninggal dunia pada usia 47 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) karena tumor otak. Kasino, wafat pada usia 47 tahun, di selasa malam tanggal 16 Desember 1997, di rumah sakit cipto Mangunkusumo Jakarta Setelah menderita tumor otak. Dono juga kerap menjadi pembawa acara pada acara kampus atau acara perkawinan rekan kampusnya. Uang itu dirasakan para personel Warkop besar sekali, namun akhirnya habis untuk menraktir makan teman-teman mereka.
Keunikan film-film Warkop DKI terletak pada humor spontan dan segar yang selalu mengundang tawa. Ilmuwan Teliti Manusia Berusia 100 Tahun Selama 5 Dekade (Ini Rahasia Umur Panjang “Mungkin atau barangkali juga tidak), karena bagaimana kami bisa tahan melihat suatu kepincangan sosial yang terjadi di sekitar kami?” kata Kasino. Dia mengatakan, pilihan studinya di bidang ilmu sosial bukanlah satu-satunya hal yang menjadi pendorong kelompok Warkop untuk mengangkat tema itu dalam lawakan.
Humor segar (situasi absurd), dan dialog spontan membuat film-film Warkop DKI tetap terkenal hingga saat ini. Film-film yang diciptakan oleh Trio Dono (Kasino), dan Indro tak hanya sukses mengocok perut, tetapi juga berkontribusi dalam membentuk budaya komedi Indonesia. Saat anak pak David meminum jusnya dalam film Kesempatan Dalam Kesempitan, Kasino mengeluarkan kalimat ini. Pasti kalian yang belum pernah menonton film ini kenal dengan kalimat tersebut. Di antara ketiga anggotanya, Kasino dikenal sebagai sosok yang memiliki keahlian dalam melontarkan celetukan kocak yang tak terlupakan.

Bioskop penuh sesak oleh penonton yang ingin menyaksikan aksi kocak Dono (Kasino), dan Indro di layar lebar. Nama “DKI” sendiri merupakan singkatan dari Dono, Kasino, dan Indro, sekaligus plesetan dari Daerah Khusus Ibukota. Karakter cerdas sekaligus jenaka inilah yang membuat Kasino Warkop semakin menonjol di antara rekan-rekannya. Bahkan — setiap kali siaran, tidak jarang studio radio dipenuhi oleh kiriman makanan dari pendengar, terutama para ibu rumah tangga yang setia mengikuti acara mereka.
Sementara Kasino menempuh pendidikan di Fakultas Ilmu Sosial UI (ia dikenal memiliki ciri khas dalam setiap kalimat lawak yang diucapkannya), terkait dengan riwayat pendidikan di perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. Tidak hanya itu — Kasino selalu siap menghibur dengan ukulele dan buku lelucon tebalnya dalam setiap ekspedisi yang dilakukan. Para penggemar setia rutin memperingati hari lahir dan kepergian Kasino setiap tahun, sebagai bukti kekaguman terhadap sosok yang berperan penting dalam Warkop DKI. Hanna Sukmaningsih (anak perempuan Kasino), menduga bahwa sang ayah mengidap kanker otak setelah terjatuh dari sepeda gunung. Sebab kalian (para penonton dan penggemar yang setia tertawa bersama kami), bukan hanya usia Warkop yang sudah 52 tahun.
Sabrina Chairunnisa Jalani Egg Freezing di Usia 33 Tahun, Kenali Istilah Modern Seputar Kesuburan Wanita
Apabila diperhatikan, lawakan-lawakan Kasino seringkali menyentuh isu-isu sosial yang terjadi di masyarakat. Kasino (sebagai anggota senior di Mapala Star Joker UI), dikenal selalu berhasil menciptakan suasana yang hangat dalam setiap perjalanan yang dilakukan. Dikisahkan bahwa pada tahun 1975 (sebelum terbentuknya Warkop DKI), kelompok Mapala UI sering melakukan perjalanan bersama dengan IPB dan menghabiskan waktu di lereng gunung.
Setelah kematian ayahnya — Indro membantu ibunya yang mengelola usaha katering dengan menjadi tukang berbelanja ke pasar. Saat masih kecil Indro sempat ingin mengikuti jejak ayahnya menjadi perwira tetapi kemudian mengurungkan niatnya setelah kedua orang tuanya tidak setuju. Indro merupakan anak dari Mochammad Oemargatab dan Soeselia Kartanegara. Tak hanya film, ia juga kerap terlibat dalam pementasan teater, serta bermain di sejumlah judul FTV dan sinetron. Selama hampir tiga dekade berkarya, Krisno Bossa juga menyumbangkan suaranya untuk dunia musik Tanah Air sebagai penyanyi dan pencipta lagu.

Warkop mulai dikenal luas setelah tampil di TVRI, setelah sebelumnya mengisi lawakan di kampus. Karya-karya Kasino masih dikenang hingga kini, dan banyak penggemar yang datang ke makamnya untuk mengenang. Bersama dua sahabatnya, Indro dan Dono Warkop DKI, sosok Kasino bersinar di dunia hiburan dengan segudang karya. Karya-karya yang ditinggalkan Kasino bersama Warkop DKI merupakan warisan terbesarnya. Masyarakat merasakan kehilangan yang mendalam — karena Kasino lebih dari sekadar pelawak, ia juga menyampaikan kritik sosial dengan cara yang jenaka dan mudah dipahami. Kepergiannya meninggalkan kesedihan mendalam (tidak hanya untuk keluarga), tetapi juga jutaan penggemar yang tumbuh bersama karyanya.
Sebagai catatan, Dono Warkop DKI wafat pada 30 Desember 2001 dan meninggalkan tiga anak. Meskipun sedang sakit, Kasino sempat muncul di televisi dengan wig dan berpesan kepada Dono dan Indro.
Pelawak yang cerdas dalam menyampaikan guyonan
Film karya Anggy Umbara ini mendapatkan lonjakan jumlah penonton yang berujung pada dua penghargaan bergengsi. Namun, dalam perjalanan, mereka tidak sengaja melihat seorang pria (Bene Dion) yang ditabrak mobil misterius. Karena catatan buruk mereka, Boss memutuskan untuk memasukkan Sophie (Hannah Al Rashid) dari Paris, sebagai anggota CHIIPS untuk membantu mereka. Tingkah laku konyol dan bermasalah mereka selalu membuat Pak Boss , Ence Bagus, jengkel dan marah, meskipun mereka berhasil menghindari pemecatan. Seri kelima film ini akan digarap oleh Herwin Novianto, dengan genre horor komedi yang direncanakan. Pemilihan Desta tidak lepas dari kontribusi voting dan keterlibatan keluarga besar, termasuk anak-anak anggota Warkop DKI yang diberi kesempatan berperan dalam produksi film tersebut.
Pembuatan dan peredaran film setahun dua kali diperuntukkan masa edar bioskop-bioskop utama di Indonesia dengan masa tayang awal bertepatan dengan libur Hari Raya Idul Fitri dan malam pergantian tahun. Kebanyakan film Warkop tidak dapat diedarkan secara internasional karena masalah pelanggaran hak cipta, yaitu digunakannya musik karya komponis Henry Mancini tanpa izin atau tanpa mencantumkan namanya dalam film. Dan pada akhirnya — Kasino wafat pada usia 47 tahun pada tanggal 18 Desember 1997 di Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta setelah beberapa tahun mengidap tumor otak. Ketika menjadi mahasiswa, Kasino banyak menghabiskan waktu di lereng-lereng gunung bersama Kelompok Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI). Pasangan ini dikaruniai tiga anak (yaitu Handhika Indrajanthy Putrie), Satya Paramita Hada Dwininta, dan Harleyano Triandro Kusumonegoro.

Namun peristiwa pada tahun 1976 itulah pertama kali Warkop menerima honor yang berupa uang transport sebesar Rp20.000. Pertama kali Warkop muncul di pesta perpisahan , kalau sekarang prom nite, SMA IX yang diadakan di Hotel Indonesia. Setelah beberapa menit, barulah Dono mulai ikut berpartisipasi dan mulai kerasan, hingga akhirnya terus menggila hingga akhir durasi lawakan. Rudy yang semula ikut Warkop saat masih siaran radio — tak berani ikut Warkop dalam melakukan lawakan panggung, karena demam panggung (stage fright). Acara lawakan setiap Jumat malam antara pukul 20.30 hingga pukul 21.15 (disiarkan oleh radio Prambors yang bermarkas di kawasan Mendut), Prambanan, Borobudur, alias Menteng Pinggir.
Bahkan (sampai ke puncak gunung pun), Kasino mau membawa acara sebagai penghibur, penyanyi, sekaligus pelawak. Ia berhasil membuktikan bahwa humor bisa menjadi media refleksi sosial yang cerdas, bukan sekadar hiburan semata. Kasino wafat di usia 47 tahun setelah berjuang melawan tumor otak, meninggalkan seorang istri dan dua anak. Putrinya, Hanna Sukmaningsih, mengatakan penyakit ayahnya tersebut kemungkinan dipicu oleh kecelakaan saat Kasino bersepeda gunung beberapa tahun sebelumnya. Meski awalnya para personel sering dilanda rasa gugup, kehadiran mereka selalu berhasil mencuri perhatian dari penonton. Pada tahun 1979 (Kasino berhasil meraih gelar sarjana dari FISIP UI), sebuah pencapaian akademis yang kemudian menjadi awal perjalanannya sebagai seniman dan komedian.
